Selasa, 02 Juni 2015

Finally, modal nekat sampe Borobudur Temple

Assalam Alaikum, ketemu lagi kita yaa
Emmm, postig apa ya hari ini, oh yaa bagaimana liburan yang tak terlampau lama ini? sudah piknik kah hari ini? sayang banget loh kalo belom, hahahaha *ketawa licik*

Berhubung hari ini bertepatan dengan hari raya waisak, saya mau ngucapin "Selamat Hari Raya Waisak 2559" Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta, Semoga Semua Makhluk Berbahagia, Sadhu.. Sadhu.. Sadhu..

Oh ya, tadi pagi saya dan beberapa teman baru mengunjungi salah satu situs warisan dunia yang terkenal dan merupakan salah satu 7 keajaiban dunia, wooo bangga dong indonesia punya salah satu dari 7 keajaiban dunia.

Yaapp, you know what I mean right? Candi Borobudur, haha:D
Ini kali kedua ke tempat cantik ini, ingat banget terakhir kali kesini pas kelas 5 SD dan sekarang sudah semester 2 dan kebetulan juga kuliah d Jogja yang ga terlalu jauh lah yaa dari magelang, tempat candi borobudur berada, munngkin saya akan menjelaskan sedikit tentang Candi Borobudur yaa..

Sejarah Candi Borobudur

Borobudur dibangun sekitar tahun 800 Masehi atau abad ke-9. Candi Borobudur dibangun oleh para penganut agama Buddha Mahayana pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra. Candi ini dibangun pada masa kejayaan dinasti Syailendra. Pendiri Candi Borobudur yaitu Raja Samaratungga yang berasal dari wangsa atau dinasti Syailendra. Kemungkinan candi ini dibangun sekitar tahun 824 M dan selesai sekitar menjelang tahun 900-an Masehi pada masa pemerintahan Ratu Pramudawardhani yang adalah putri dari Samaratungga. Sedangkan arsitek yang berjasa membangun candi ini menurut kisah turun-temurun bernama Gunadharma.

Candi Borobudur
Kata Borobudur sendiri berdasarkan bukti tertulis pertama yang ditulis oleh Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jendral Britania Raya di Jawa, yang memberi nama candi ini. Tidak ada bukti tertulis yang lebih tua yang memberi nama Borobudur pada candi ini. Satu-satunya dokumen tertua yang menunjukkan keberadaan candi ini adalah kitab Nagarakretagama, yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365. Di kitab tersebut ditulis bahwa candi ini digunakan sebagai tempat meditasi penganut Buddha.
Arti nama Borobudur yaitu "biara di perbukitan", yang berasal dari kata "bara" (candi atau biara) dan "beduhur" (perbukitan atau tempat tinggi) dalam bahasa Sansekerta. Karena itu, sesuai dengan arti nama Borobudur, maka tempat ini sejak dahulu digunakan sebagai tempat ibadat penganut Buddha.
Candi ini selama berabad-abad tidak lagi digunakan. Kemudian karena letusan gunung berapi, sebagian besar bangunan Candi Borobudur tertutup tanah vulkanik. Selain itu, bangunan juga tertutup berbagai pepohonan dan semak belukar selama berabad-abad. Kemudian bangunan candi ini mulai terlupakan pada zaman Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-15.
Pada tahun 1814 saat Inggris menduduki Indonesia, Sir Thomas Stamford Raffles mendengar adanya penemuan benda purbakala berukuran raksasa di desa Bumisegoro daerah Magelang. Karena minatnya yang besar terhadap sejarah Jawa, maka Raffles segera memerintahkan H.C. Cornelius, seorang insinyur Belanda, untuk menyelidiki lokasi penemuan yang saat itu berupa bukit yang dipenuhi semak belukar.
Cornelius dibantu oleh sekitar 200 pria menebang pepohonan dan menyingkirkan semak belukar yang menutupi bangunan raksasa tersebut. Karena mempertimbangkan bangunan yang sudah rapuh dan bisa runtuh, maka Cornelius melaporkan kepada Raffles penemuan tersebut termasuk beberapa gambar. Karena penemuan itu, Raffles mendapat penghargaan sebagai orang yang memulai pemugaran Candi Borobudur dan mendapat perhatian dunia. Pada tahun 1835, seluruh area candi sudah berhasil digali. Candi ini terus dipugar pada masa penjajahan Belanda.
Setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1956, pemerintah Indonesia meminta bantuan UNESCO untuk meneliti kerusakan Borobudur. Lalu pada tahun 1963, keluar keputusan resmi pemerintah Indonesia untuk melakukan pemugaran Candi Borobudur dengan bantuan dari UNESCO. Namun pemugaran ini baru benar-benar mulai dilakukan pada tanggal 10 Agustus 1973. Proses pemugaran baru selesai pada tahun 1984. Sejak tahun 1991, Candi Borobudur ditetapkan sebagai World Heritage Site atau Warisan Dunia oleh UNESCO.
 

Candi Borobudur


Candi Borobudur terletak di Magelang, Jawa Tengah, sekitar 40 km dari Yogyakarta. Candi Borobudur memiliki 10 tingkat yang terdiri dari 6 tingkat berbentuk bujur sangkar, 3 tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Di setiap tingkat terdapat beberapa stupa. Seluruhnya terdapat 72 stupa selain stupa utama. Di setiap stupa terdapat patung Buddha. Sepuluh tingkat menggambarkan filsafat Buddha yaitu sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha di nirwana. Kesempurnaan ini dilambangkan oleh stupa utama di tingkat paling atas. Struktur Borobudur bila dilihat dari atas membentuk struktur mandala yang menggambarkan kosmologi Buddha dan cara berpikir manusia.
Di keempat sisi candi terdapat pintu gerbang dan tangga ke tingkat di atasnya seperti sebuah piramida. Hal ini menggambarkan filosofi Buddha yaitu semua kehidupan berasal dari bebatuan. Batu kemudian menjadi pasir, lalu menjadi tumbuhan, lalu menjadi serangga, kemudian menjadi binatang liar, lalu binatang peliharaan, dan terakhir menjadi manusia. Proses ini disebut sebagai reinkarnasi. Proses terakhir adalah menjadi jiwa dan akhirnya masuk ke nirwana. Setiap tahapan pencerahan pada proses kehidupan ini berdasarkan filosofi Buddha digambarkan pada relief dan patung pada seluruh Candi Borobudur.

Stupa Candi Borobudur
Bangunan raksasa ini hanya berupa tumpukan balok batu raksasa yang memiliki ketinggian total 42 meter. Setiap batu disambung tanpa menggunakan semen atau perekat. Batu-batu ini hanya disambung berdasarkan pola dan ditumpuk. Bagian dasar Candi Borobudur berukuran sekitar 118 m pada setiap sisi. Batu-batu yang digunakan kira-kira sebanyak 55.000 meter kubik. Semua batu tersebut diambil dari sungai di sekitar Candi Borobudur. Batu-batu ini dipotong lalu diangkut dan disambung dengan pola seperti permainan lego. Semuanya tanpa menggunakan perekat atau semen.
Sedangkan relief mulai dibuat setelah batu-batuan tersebut selesai ditumpuk dan disambung. Relief terdapat pada dinding candi. Candi Borobudur memiliki 2670 relief yang berbeda. Relief ini dibaca searah putaran jarum jam. Relief ini menggambarkan suatu cerita yang cara membacanya dimulai dan diakhiri pada pintu gerbang di sebelah timur. Hal ini menunjukkan bahwa pintu gerbang utama Candi Borobudur menghadap timur seperti umumnya candi Buddha lainnya.

ini pas tadi d Candi Borobudur, rame banget

Sekian dulu yess, ketemu d postingan selanjutnyaaa.. Dadaahhh

Sumber: http://kumpulan.info/wisata/tempat-wisata/182-candi-borobudur.html



Kamis, 28 Mei 2015

Pengalaman Jalan-Jalan Ke Kebun Buah Mangunan

Assalam Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Akhirnya bisa ngeblog lagi setelah sekian lama ga ngeblog dan ini blog baru loh, hehe
Pada kesempatan ini saya mau cerita pengalaman ketika beberapa waktu lalu saya dan teman-teman beserta kakak-kakak dari ASC berkunjung ke salah satu tempat wisata yang katanya sih lagi ngehitz banget dikalangan anak jogja. Eeeiitttsss, tapi jangan salah ya, kita ke sini bukan hanya wisata, tapi belajar juga loh. Yaappss, kemaren tepat tanggal 16 dan 17 saya dan teman-teman mengikuti diksar ASC di tempat cantik nan eksotis ini.

ini loh puncak kebun buah mangunan, cantik kan


Yaapppsss, Kebun Buah Mangunan. Kebun Buah Mangunan. Tempat wisata Kebun Buah Mangunan ini terletak di Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Tempat wisata ini dapat dicapai dengan menempuh perjalanan sekitar satu jam dari pusat kota Yogyakarta. Lokasi ini berjarak sekitar 15 km dari ibukota Kabupaten Bantul dan 35 km dari pusat Kota Yogyakarta. Akses ke Taman Buah Mangunan ini mudah, apabila dari kota Yogyakarta, langsung saja menuju Jalan Imogiri Timur (Terminal Bis Giwangan) terus saja ke selatan.  Setelah sampai di Kecamatan Imogiri kemudian mengambil jalur Imogiri - Dlingo (lihat plang petunjuk jalan), sekitar 5 kilometer kemudian akan dijumpai Balai Desa Mangunan, nah di situ ada petunjuk arah menuju ke lokasi Kebun Buah. Akses jalan menuju ke tempat ini sudah cukup baik. Dalam perjalanan kita akan melewati jalanan naik dan turun khas  perbukitan , lembah, dan hutan-hutan.

ini bukan pas diksar kemaren loh ya,
ini pas pertama kali ke mangunan

Kalo mau mengunjungi tempat ini kalian cukup membayar 5k/orang aja, terjangkau bukan? nah kalo lagi musim buah kalian bisa banget tuh beli buah di sini. di jamin pasti seneng di sini, fasilitas yang ditawarkan juga cukup beragam kok. Ga jarang juga tempat ini di pake sama organisasi-organisasi untuk tempat pelatihan atau diksar. Oh yaa ada outbond juga loh disini.

Ingat banget kemaren ikut diksar sama temen-temen ASC di tempat ini, seru banget sumpah ga bohong. Dari mulai nginep, dapet materi, jalan malam, tidur rame-rame, oubond bareng dari mulai rappeling, jembatan goyang sampe flying fox loh.

Oh iyaa, kalo pagi antara jam 4 sampe jam 6 pagi kita bisa loh ke puncak dari kebun buah mangunan ini. Kita bisa liat jembatan kuning yang ada d bawah tebing, namanya jembatan kedung miri.

Sekian dulu yaa teman-teman, sampai berjumpa lagi, bye bye byeeee.....